Kategori Berita & Artikel

Agenda

Ups...!

Untuk sementara data bagian ini belum tersedia, mohon maaf atas ketidaknyamannya

Media Sosial Desa

Media Sosial
Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang

Sinergi Program

Video

SekilasInfo
Selamat datang di Website Resmi Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur

Sejarah Desa

07

Sep
2023

Dibuka
7.069 Kali

07-09-2023 06:49:13

7.069 Kali dibuka

Admin : MOHAMAD MISBAHUDDIN MARZUQI

 

ASAL USUL DESA MOJOKRAPAK

Sejarah Nama Desa Mojokrapak

Terdapat beberapa versi mengenai asal-usul nama Desa Mojokrapak.

Versi Pertama: Berkaitan dengan Pasukan Majapahit

Menurut salah satu sumber sejarah, kata "Mojo" berasal dari sebutan pasukan Kerajaan Majapahit, sedangkan "Krapak" atau "Rapak-rapak" berarti berbaris atau berjajar.

Kisah ini dikaitkan dengan perang antara pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Mahapatih Nambi dan Lembu Suro melawan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Ranggalawe, seorang mantan panglima Kerajaan Majapahit. Pada masa awal berdirinya Majapahit, Ranggalawe tersisih akibat konspirasi politik dan hanya menjadi penguasa wilayah kecil di pesisir Tuban.

Dalam pertempuran tersebut, pasukan Ranggalawe mengalami kekalahan. Ranggalawe sendiri dikisahkan gugur di Sungai Tambakberas (yang kini berada di sekitar makam KH. Wahab Chasbullah). Setelah kemenangan itu, sisa pasukan Ranggalawe diperintahkan berbaris di sepanjang jalan, sementara pasukan Majapahit mengawal mereka dengan formasi berbaris rapi (rapak-rapak). Jalan yang menjadi lokasi peristiwa tersebut dipercaya sebagai cikal bakal Jalan Raya Mojokrapak.

Versi Kedua: Berasal dari Pohon Mojo

Versi lain menyebutkan bahwa nama Mojokrapak berasal dari kata:

  • Mojo: pohon maja atau mojo.
  • Krapak/Rapak: berjajar atau berderet.

Konon pada masa lalu, sepanjang wilayah desa banyak ditumbuhi pohon maja yang tumbuh berjajar rapat dan rindang. Karena itulah daerah tersebut kemudian dikenal sebagai Mojokrapak.

Jejak pohon maja masih dapat ditemukan di sekitar area makam Dusun Krapak. Bahkan dahulu terdapat dusun bernama Mojokerep, yang kini berubah menjadi Dusun Bulak. Namun hingga saat ini belum ditemukan sumber yang menjelaskan alasan perubahan nama tersebut.


SEJARAH PEMERINTAHAN DESA MOJOKRAPAK

1. Lurah Gandul (1895–1945)

Masyarakat mengenalnya dengan sebutan Mbah Gandul. Rumah beliau konon berada di Dusun Sugihwaras (Garas).

Tidak diketahui secara pasti kapan beliau mulai memimpin Desa Mojokrapak. Menurut cerita para sesepuh, beliau ditunjuk langsung oleh Adipati Jombang sebagai kepala desa.

Dalam menjalankan pemerintahan, beliau dibantu oleh seorang Carik (Sekretaris Desa), yaitu:

  • Mbah Singorejo (R.M. Wakijo), warga Dusun Bulak yang diyakini masih memiliki garis keturunan Betoro Katong, Adipati Ponorogo.

Setelah Mbah Singorejo wafat, jabatan Carik digantikan oleh:

  • Mbah Bungkuk (Madjiro) atau Somojoyo Prawiro, juga berasal dari Dusun Bulak.

Pergantian ini dilakukan melalui pemilihan, yang dipercaya sebagai proses demokrasi pertama di Desa Mojokrapak. Pada masa itu belum ada balai desa sehingga pusat pemerintahan masih berada di rumah para pejabat desa.


2. Lurah Somojoyo Prawiro (1945–1976)

Setelah wafatnya Lurah Gandul, jabatan kepala desa sempat kosong cukup lama. Oleh karena itu, diadakan pemilihan kepala desa pertama dalam sejarah Mojokrapak.

Calon Kepala Desa

  1. Somojoyo Prawiro (Bulak)
  2. Soekarno (Sugihwaras)

Pemilihan dilakukan secara sederhana menggunakan sistem tradisional yang dikenal dengan istilah gethok-gethok uwi.

Somojoyo Prawiro terpilih sebagai Kepala Desa Mojokrapak pada usia 69 tahun. Sebelumnya beliau telah menjabat sebagai Carik selama 15 tahun.

Perkembangan Pemerintahan

Pada masa ini terjadi beberapa pergantian jabatan Carik:

  • Munadi (Sugihwaras)
  • Gesang Prayitno (Bulak)
  • Sali Sumantri (terpilih tahun 1966)

Pemilihan Carik tahun 1966 diikuti oleh delapan calon dan menggunakan sistem pemungutan suara dengan memasukkan paku ke dalam bumbung bambu yang mewakili masing-masing calon.

Pembangunan Penting

Pada masa kepemimpinan Somojoyo Prawiro dibangun:

  • Sekolah Dasar di Dusun Ngledok (cikal bakal SDN Mojokrapak 1) tahun 1952.
  • Sekolah Dasar di Dusun Bulak (cikal bakal SDN Mojokrapak 2) tahun 1969.
  • Balai Desa Mojokrapak tahun 1972 melalui swadaya masyarakat.

Tradisi Pemerintahan

Beliau juga menerapkan tradisi Tadong Dawuh (Sungkeman) setiap minggu di pendopo lurah untuk mendengarkan laporan dan aspirasi masyarakat dari setiap dusun.

Pada 1 Januari 1976, Somojoyo Prawiro mengundurkan diri karena faktor usia setelah memimpin selama 31 tahun.


3. Kepala Desa Caretaker Paidin (1976–1981)

Setelah pengunduran diri Somojoyo Prawiro, jabatan kepala desa sementara dipegang oleh Paidin, seorang purnawirawan TNI AD yang sebelumnya menjabat sebagai Petengan (Jogoboyo).

Beliau diangkat sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa melalui SK tertanggal 31 Maret 1976.

Perkembangan Kelembagaan

Pada masa ini terbentuk:

  1. LMD (Lembaga Musyawarah Desa) sebagai wadah aspirasi masyarakat.
  2. LSD (Lembaga Sosial Desa) sebagai wadah partisipasi masyarakat.

Paidin menjabat hingga tahun 1981.


4. Kepala Desa Supriyo (1983–1992)

Pemilihan kepala desa secara langsung dan demokratis pertama kali dilaksanakan pada 23 Desember 1982.

Calon Kepala Desa

  1. Supriyo (Bulak)
  2. Sudiro (Bulak)
  3. Ikwan (Krapak)

Pemilihan menggunakan sistem pencoblosan. Supriyo memperoleh suara terbanyak dan resmi menjabat sebagai Kepala Desa Mojokrapak periode 1983–1992.

Kepemimpinan

Supriyo dikenal sebagai kepala desa yang disiplin dan berhasil meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat serta tata kelola pemerintahan desa.


5. Kepala Desa Sugiman Badari (1992–2001)

Pemilihan kepala desa tahun 1992 diikuti oleh:

  1. Sugiman Badari (Ngledok)
  2. Suratim (Krapak)
  3. Endang (Plembon)

Sugiman Badari memenangkan pemilihan dan menjabat selama delapan tahun.

Pada masa pemerintahannya terjadi berbagai perubahan struktur perangkat desa melalui mekanisme ujian dan seleksi di tingkat kabupaten.

Jabatan beliau berakhir pada 22 Februari 2001.


6. Kepala Desa Abdul Ghofar (2001–2007)

Pemilihan kepala desa tahun 2001 diikuti oleh:

  1. Abdul Ghofar
  2. Suliadi
  3. Zainul Arifin

Abdul Ghofar memperoleh suara terbanyak dan terpilih sebagai Kepala Desa Mojokrapak.

Perubahan Kelembagaan

Pada masa ini:

  • LMD/LKMD berubah menjadi BPD (Badan Perwakilan Desa).
  • Pengisian anggota BPD dilakukan melalui mekanisme pemilihan dengan memperhatikan keterwakilan masyarakat dari setiap dusun.

Masa jabatan Abdul Ghofar berakhir pada 4 April 2007.


7. Kepala Desa H. Warsubi, SH., M.Si. (2007–2013)

Pemilihan kepala desa diikuti oleh:

  1. H. Warsubi, SH., M.Si.
  2. Sugiman Badari
  3. Kuncoro

H. Warsubi memperoleh suara terbanyak dan terpilih menjadi Kepala Desa Mojokrapak.

Pada masa pemerintahannya dilakukan berbagai pembenahan administrasi dan pembangunan desa. Jabatan Sekretaris Desa mulai diisi oleh unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS).


8. Kepala Desa H. Warsubi, SH., M.Si. Periode Kedua (2014–2019)

Karena keberhasilan pada periode pertama, banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung H. Warsubi untuk kembali mencalonkan diri.

Calon Kepala Desa

  1. H. Warsubi, SH., M.Si.
  2. Sugiman Badari
  3. Kuncoro

Pemilihan berlangsung kondusif dan demokratis. H. Warsubi kembali terpilih dengan perolehan suara yang sangat dominan.

Prestasi

Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur desa, prestasi terbesar yang diraih adalah menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, sebagai Pembina Ketahanan Pangan Kategori Kepala Desa Tingkat Nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan di Istana Negara pada 16 Januari 2015.

9. Kepala Desa H. Warsubi, SH., M.Si. Periode Ketiga (2019–2024)

Karena keberhasilan pada periode pertama dan kedua, banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung H. Warsubi untuk kembali mencalonkan diri.

Calon Kepala Desa

  1. H. Warsubi, SH., M.Si.
  2. H. Slamet Santoso

Selain semakin pesatnya pembangunan infrastruktur desa,banyaknya terbuka lapangan pekerjaan, dan banyaknya suara dorongan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pendidikan untuk maju pencalonan Bupati Jombang, melihat akan banyaknya suara masyarakat Kabupaten Jombang seperti Desa Mojokrapak demi tujuan Kabupaten Jombang lebih MAJU, TENTRAM DAN SEJAHTERA. Kepala Desa H. WARSUBI Mengundurkan diri dari Jabatan Kepala Desa Mojokrapak.

10. (PJ) Kepala Desa Lia Apriliana Isna Sari, S.STP., M.Si. (2024)

Ditugaskannya Sekretaris Kecamatan Tembelang (Sekcam Tembelang) yakni Ibu Lia Apriliana Isna Sari, untuk mengisi kekosongan sementara Kepala Desa Mojokrapak dan melanjutkan visi misi kepala desa. Disamping itu pula dalam kurun waktu 6 bulan untuk segera membentuk tim panitia seleksi Kepala Desa Antar Waktu, dalam waktu yang hanya 6 bulan beliau sukses mengemban amanat menjadi PJ Kepala Desa dengan sangat baik.

11. Kepala Desa Antar Waktu (KDAW) H. Slamet Santoso, S.T. (2025–2027)

Pemilihan kepala desa antar waktu yang diikuti oleh:

  1. H. Slamet Santoso, S.T.
  2. Noviana Rahmawati

Beliau sampai saat ini adalah Kepala Desa Mojokrapak.


Ringkasan Kepala Desa Mojokrapak

Periode Kepala Desa
1895–1945 Lurah Gandul
1945–1976 Somojoyo Prawiro
1976–1981 Paidin (Caretaker)
1983–1992 Supriyo
1992–2001 Sugiman Badari
2001–2007 Abdul Ghofar
2007–2013 H. Warsubi, SH., M.Si.
2019–2024 H. Warsubi, SH., M.Si. (Periode II)
2019–2024 H. Warsubi, SH., M.Si. (Periode III)
2024-2025 Apriliana Isna Sari, S.STP., M.Si.
2025–2027 H. Slamet Santoso, S.T.

 

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Komentar
CAPTCHA Image
jelajah

Desa

statistikdesa

Data Populasi Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang

Laki-laki : 3773 ORANG

Perempuan : 3776 ORANG

TOTAL : 7549 ORANG

3773

Laki-laki

3776

Perempuan

0

BELUM MENGISI

7549

TOTAL

KK

Dusun

Layanan

Mandiri

Hubungi Perangkat Desa Untuk mendapatkan PIN

Transparansi

Anggaran

Data APB Desa sebagai wujud transparansi Pemerintah Desa dalam mengelola keuangan

Pendapatan

Anggaran

Rp 2.285.647.303,00

Realisasi

Rp 2.111.694.607,86

Belanja

Anggaran

Rp 2.202.898.751,73

Realisasi

Rp 2.113.136.318,66

Pembiayaan

Anggaran

Rp -82.748.551,27

Realisasi

Rp 21.656.918,39

Hasil Usaha Desa

Anggaran

Rp 2.166.800,00

Realisasi

Rp 2.166.800,00

Hasil Aset Desa

Anggaran

Rp 15.000.000,00

Realisasi

Rp 15.000.000,00

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa

Anggaran

Rp 445.875.000,00

Realisasi

Rp 444.742.000,00

Dana Desa

Anggaran

Rp 1.114.486.000,00

Realisasi

Rp 942.383.264,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran

Rp 122.385.600,00

Realisasi

Rp 122.385.600,00

Alokasi Dana Desa

Anggaran

Rp 440.473.000,00

Realisasi

Rp 440.473.000,00

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran

Rp 136.900.000,00

Realisasi

Rp 136.900.000,00

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa

Anggaran

Rp 2.317.903,00

Realisasi

Rp 2.419.865,00

Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-Tahun Sebelumnya

Anggaran

Rp 43.000,00

Realisasi

Rp 567.500,00

Bunga Bank

Anggaran

Rp 6.000.000,00

Realisasi

Rp 4.656.578,86

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran

Rp 2.202.898.751,73

Realisasi

Rp 2.113.136.318,66

APB Desa

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran

Rp 2.285.647.303,00

Realisasi

Rp 2.111.694.607,86

92.39%

Belanja

Anggaran

Rp 2.202.898.751,73

Realisasi

Rp 2.113.136.318,66

95.93%

Pembiayaan

Anggaran

Rp -82.748.551,27

Realisasi

Rp 21.656.918,39

-26.17%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran

Rp 2.166.800,00

Realisasi

Rp 2.166.800,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran

Rp 15.000.000,00

Realisasi

Rp 15.000.000,00

100%

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa

Anggaran

Rp 445.875.000,00

Realisasi

Rp 444.742.000,00

99.75%

Dana Desa

Anggaran

Rp 1.114.486.000,00

Realisasi

Rp 942.383.264,00

84.56%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran

Rp 122.385.600,00

Realisasi

Rp 122.385.600,00

100%

Alokasi Dana Desa

Anggaran

Rp 440.473.000,00

Realisasi

Rp 440.473.000,00

100%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran

Rp 136.900.000,00

Realisasi

Rp 136.900.000,00

100%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa

Anggaran

Rp 2.317.903,00

Realisasi

Rp 2.419.865,00

104.4%

Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-Tahun Sebelumnya

Anggaran

Rp 43.000,00

Realisasi

Rp 567.500,00

1319.77%

Bunga Bank

Anggaran

Rp 6.000.000,00

Realisasi

Rp 4.656.578,86

77.61%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran

Rp 2.202.898.751,73

Realisasi

Rp 2.113.136.318,66

95.93%
Login Admin
Sekilas Info
Ke Atas Halaman

Desa Mojokrapak

Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang Provinsi Provinsi Jawa Timur

Kode Desa : 3517132001

Domain : www.desamojokrapak.web.id

Untuk Aktivasi Tema Rangkiang
Silahkan Hubungi Pengembang